Rabu, 16 November 2011

IPS KLS 7

A. KEHIDUPAN SOSIAL MANUSIA

Pada bab ini kita akan banyak belajar tentang interaksi sosial sebagai bentuk proses sosial, sosialisasi, pembentukan kepribadian manusia, dan bentuk-bentuk interaksi sosial.

A. Interaksi sebagai Proses sosial

Orang yang hidup menyendiri dan terasing dari lingkungan kehidupan manusia, misalnya hidup sendiri di tengah hutan belantara untuk selamanya, dipastikan tidak pernah mengadakan interaksi sosial. Padahal interaksi sosial adalah kunci dari semua kehidupan sosial. Artinya, tidak ada kehidupan bersama bagi orang tersebut, sekaligus tidak pernah ada proses sosial. Seandainya ada yang demikian, itu sifatnya kasuistis, sebab pada dasarnya orang tidak dapat hidup sendirian tanpa bekerjasama dengan orang lain. Untuk mencukupi kebutuhannya, seseorang tidak akan menanam padi sendiri, menuai sendiri, menggiling sendiri, menanak nasi sendiri, membuat periuk sendiri, menggali sumur sendiri, atau mencari ikan untuk diasinkan sendiri. Bahkan setelah meninggalpun, setiap orang masih memerlukan bantuan orang lain. Manusia dalam kehidupan bersama, baik individu-individu, kelompok-kelompok, maupun individu-kelompok, senantiasa terdapat interaksi sosial. Jika suatu ketika gurumu meminta tolong padamu untuk menghapus papan tulis, berarti telah terjadi interaksi sosial antara gurumu dengan kamu. Interaksi sosial ini berlangsung antara individu dengan individu yang lain. Ketika kamu mendapatkan pelajaran dari gurumu, kegiatan tersebut merupakan contoh interaksi sosial antara individu dengan kelompok. Dan etika suatu klub bola voli bertanding melawan klub bola voli lain, kegiatan tersebut merupakan contoh interaksi sosial antara kelompok dengan kelompok.









Interaksi sosial adalah hubungan-hubungan sosial yang dinamis, yang menyangkut hubungan antara individu dengan individu, individu dengan kelompok, dan kelompok dengan kelompok dalam bentuk kerjasama, serta persaingan atau pertikaian. Proses sosial yang terjadi, berupa kerjasama, bahkan persaingan maupun pertikaian, karena adanya interaksi sosial. Adanya pertemuan sekelompok orang, adanya pergaulan hidup, saling berbicara, saling berpandangan, berjabat tangan, kemudian saling kerjasama dimaksudkan untuk mencapai tujuan bersama.
Proses sosial Merupakan cara-cara berhubungan para individu maupun kelompok yang saling bertemu, kemudian terjadi perubahan-perubahan yang mampu menggoyahkan cara-cara hidup yang telah ada. Pergaulan dan hubungan yang terjadi di antara mereka memerlukan waktu untuk menyelesaikan sebuah proses.
Proses interaksi sosial baru akan berlaku apabila menghasilkan reaksi yang berbentuk hal-hal berikut.
1. Imitasi
Imitasi adalah meniru sesuatu yang dilakukan orang lain. Misalnya, meniru cara berpakaian, gaya rambut, gaya bicara, dan perilaku lainnya. Meniru bisa berdampak baik atau sebaliknya. Meniru menjadi buruk jika sesuatu yang kita tiru merugikan diri sendiri dan tidak sesuai dengan kesopanan lingkungan. Meniru berlaku baik jika peniruan tersebut bermanfaat bagi kehidupan kita dan masyarakat menerimanya.
2. Sugesti
Sugesti adalah reaksi seseorang terhadap sesuatu secara langsung dan tanpa dipikir terlebih dahulu. Jika seorang artis yang menggunakan handphone terbaru kemudian diikuti oleh para siswa SMP, itu merupakan contoh sugesti. Sugesti bukan merupakan proses belajar, melainkan proses meningkatkan suatu reaksi yang sudah ada pada dirinya. Sugesti terjadi karena pihak yang menerima anjuran itu tergugah secara emosional tanpa dipikir terlebih dahulu.

3. Simpati
Pada saat terjadi musibah bencana banjir di Jakarta, tanah longsor di berbagai daerah, dan kesedihan para korban gempa, kita turut merasakan kesedihan, itulah yang disebut simpati. Simpati dapat berupa kasih sayang, merasa tertarik, dan bersedia untuk mengadakan kerjasama. simpati merupakan kemampuan untuk merasakan diri seolah-olah dalam keadaan orang lain dan ikut merasakan apa yang dilakukan, dialami, atau diderita orang lain.
4. Identifikasi
Seseorang yang merasakan menjadi korban bencana merupakan bentuk identifikasi. Identifikasi lebih dalam daripada simpati. Seseorang yang mengidentifikasikan dirinya terhadap orang lain pada umumnya akan meniru, terkena sugesti, dan merasa simpati. Lain halnya dengan imitasi, sugesti, dan simpati tidak perlu disertai identifikasi. Identifikasi adalah kecenderungan atau keinginan dalam diri seseorang untuk menjadi sama dengan pihak lain. Umumnya yang menjadi objek dari proses identifikasi adalah sang idola.


Interaksi sosial hanya akan terjadi antarmanusia, tidak terhadap benda mati. Meja atau kursi yang dipukul sekeras apapun, tidak akan bereaksi karena memang tidak dapat merasakan sakit dan sebagainya. Rusaknya meja atau kursi sebagai akibat dari pukulan yang keras, tidak akan menimbulkan reaksi darinya. Seandainya patah atau rusak, bukan karena reaksi dari benda mati itu. Interaksi antara manusia dengan binatang, tidak dapat dilakukan dengan sempurna karena hubungan timbal balik mereka tidak menggunakan bahasa yang saling dipahami. Mereka hanya menggunakan bahasa isyarat atau menggunakan suara atau bunyi-bunyian tertentu saja, dan bukan merupakan sebuah interaksi sosial. Berbagai permasalahan masyarakat, konflik yang terjadi antarsuku bangsa, dapat dipecahkan dengan mempelajari bentuk-bentuk interaksi sosial yang terjadi, kemudian mengetahui dan memahami kondisi-kondisi yang dapat menimbulkan serta mempengaruhi bentuk-bentuk interaksi sosial tersebut. Akhirnya pengetahuan tentang interaksi sosial, dapat disumbangkan untuk memecahkan permasalahan yang terjadi.


A. SOSIALISASI SEBAGAI BENTUK KEPRIBADIAN

Sejak diciptakan, manusia telah dilengkapi dengan naluri untuk mengendalikan seluruh perilaku dan potensi dalam dirinya. Oleh karena itu, manusia perlu mengembangkan potensi dirinya melalui belajar. Selama dalam proses belajar itulah seorang individu tumbuh menjadi seorang pribadi. Kepribadian merupakan sifat dan watak seseorang yang konsisten, yang mencakup kebiasaan, sikap, dan sifat lain yang khas dimiliki seseorang.
Sosialisasi merupakan proses seseorang mempelajari cara hidup masyarakat untuk mengembangkan potensinya sesuai dengan nilai, norma, dan kebiasaan yang berlaku dalam masyarakat.
Sosialisasi merupakan proses pembelajaran masyarakat menghantarkan warganya masuk ke dalam kebudayaan. Sosialisasi merupakan seperangkat kegiatan masyarakat ketika individu belajar dan mengajar untuk memahirkan diri dalam peranan sosial sesuai dengan potensinya.
Sosialisasi dilihat dari prosesnya dapat dibedakan menjadi sosialisasi primer dan sosialisasi sekunder.
1. Sosialisasi Primer, yaitu awal sosialisasi seorang individu memasuki keanggotaan masyarakat. Sosialisasi ini diawali dengan sikap hormat-menghormati, tolong menolong, toleransi, jujur dan kasih sayang.
2. Sosialisasi Sekunder, yaitu sosialisasi di luar lingkungan keluarga yang merupakan kelanjutan dan perluasan sosialisasi primer.
Kepribadiaan seseorang akan berpengaruh terhadap proses sosialisasi seseorang. Misalnya, seorang siswa akan menolak diajak bermain game oleh temannya pada jam sekolah.
Beberapa tahapan sosialisasi dalam pembentukan kepribadian seseorang sebagai berikut.
1. Sosialisasi dalam keluarga
Di dalam keluarga terjadi interaksi dan disiplin pertama dalam kehidupan sosial untuk membentuk suatu kepribadiaan. Orang tua berperan sebagai pendidik pertama bagi anak-anaknya. Orang tua menanamkan nilai-nilai hidup dalam keluarga. Oleh karena itu, kepribadiaan seorang anak sangat dipengaruhi oleh latar belakang keluarganya.
2. Sosialisasi dengan teman sepermainan
Pada tahap ini seseorang akan belajar berinteraksi dengan orang-orang yang sederajat/ sebaya umurnya. Seseorang akan mempelajari aturan-aturan yang ada dalam kelompok itu. Dalam kelompok teman sepermainan, seseorang mulai mempelajari nilai-nilai keadilan, tetapi pemikirannya masih bersifat egosentris, belum dapat menilai pendirian orang lain.
Kelompok sepermainan sangat berpengaruh dalam pembentukan kepribadian, misalnya tumbuh rasa aman, kemandiriian, rasa simpati, dan membentuk sikap lebih dewasa.

3. Sosialisasi dengan lingkungan sekolah
Sekolah merupakan tempat bertemu dengan teman lain yang berasal dari tempat dan keluarga yang berbeda. Mereka mempunyai cara hidup yang berbeda-beda.


Bentuk – Bentuk Interaksi Sosial

Ada dua macam bentuk interaksi sosial sebagai wujud proses sosial dalam kehidupan masyarakat, yaitu proses asosiatif dan proses disosiatif.
Proses asosiatif
Proses asosiatif adalah bentuk interaksi sosial yang
dapat meningkatkan hubungan solidaritas antarindividu.

Kerjasama (cooperation)
Kerjasama merupakan bentuk interaksi sosial yang
utama. Kerjasama dimaksudkan sebagai suatu usaha
bersama antara perorangan atau kelompok manusia
untuk mencapai satu atau beberapa tujuan bersama.
Kerjasama ini semakin menguat apabila ada tantangan
dari luar kelompoknya.
Kerjasama bisa timbul jika terjadi hal-hal berikut.
1) Orang menyadari bahwa mereka mempunyai
kepentingan-kepentingan yang sama.
2) Kedua belah pihak memiliki sumbangan atau
kontribusi untuk memenuhi kepentingan mereka
melalui kerjasama.
Kerjasama merupakan bentuk proses sosial yang
baik, tetapi bukan kerjasama dalam hal yang negatif,
seperti kerjasama ketika para siswa sedang melakukan
ulangan atau ujian. Apakah kamu melihat ada
bentuk kerjasama yang lain di lingkunganmu
Ada beberapa bentuk kerjasama untuk menyelesaikan
pekerjaan itu antara lain sebagai berikut.
1) Kerukunan
adalah hidup berdampingan secara
damai dan melakukan kerjasama secara bersama sama.
Kerukunan dapat ditunjukkan dari kegiatan
kerja bakti yang dilakukan warga atau secara
bergiliran melakukan ronda untuk menjaga
keamanan kampung. Kerukunan pada intinya
mencakup gotong-royong dan tolong-menolong.
2) Tawar-menawar (bargaining)
Bargaining adalah bentuk perjanjian mengenai
pertukaran barang dan jasa antara dua organisasi
atau lebih.
3) kooptasi
kooptasi adalah kerjasama dalam bentuk mau
menerima pendapat atau ide orang atau kelompok
lain. Hal itu diperlukan agar kerjasama dapat
berlanjut dengan baik.
4) Koalisi
Koalisi adalah bentuk kerjasama antara dua
organisasi atau lebih yang mempunyai kesamaan
tujuan. Koalisi dilakukan agar memperoleh hasil
yang lebih besar.
5) Joint venture
Joint venture adalah bentuk kerjasama yang dilakukan
oleh beberapa perusahaan. Dengan joint venture
diharapkan hasil atau keuntungan yang diperoleh
dari sebuah usaha akan lebih besar.

accomodation
Akomodasi dipergunakan dalam dua arti, yaitu yang
menunjuk pada suatu keadaan dan yang menunjuk
pada suatu proses. Akomodasi yang menunjuk pada
suatu keadaan, berarti adanya suatu keseimbangan
dalam interaksi di antara orang-orang, yang berkaitan
dengan norma-norma sosial dan nilai-nilai
sosial yang berlaku dalam masyarakat. Sedangkan
sebagai suatu proses, akomodasi menunjuk pada
usaha-usaha manusia untuk mencapai kestabilan.
Akomodasi mempunyai tujuan sebagai berikut.
1) Mengurangi pertentangan.
2) Mencegah pertentangan untuk sementara.
3) Memungkinkan terjadinya kerjasama.
4) Mengusahakan peleburan antara kelompok sosial.
Akomodasi sebenarnya merupakan suatu cara untuk
menyelesaikan pertentangan tanpa menghancurkan
pihak lawan sehingga lawan tidak kehilangan
kepribadiannya. Ada beberapa bentuk akomodasi.
Bentuk-bentuk akomodasi tersebut antara lain
sebagai berikut.
1) Paksaan ( coercion)
Paksaan merupakan bentuk akomodasi yang
prosesnya dilaksanakan karena adanya unsur
paksaan. merupakan bentuk akomodasi
dengan salah satu pihak berada dalam keadaan
yang lemah dibandingkan dengan pihak lawan.
2) kompromi
kompromi adalah bentuk akomodasi di mana
pihak-pihak yang terlibat saling mengurangi
tuntutannya, agar tercapai suatu penyelesaian
terhadap perselisihan yang ada.
3) Penengah (arbitration)
Adanya penengah (arbitration atau pihak ketiga
merupakan suatu cara untuk mencapai kompromi
apabila pihak-pihak yang berhadapan tidak
sanggup mencapai penyelesaian. Pertentangan
diselesaikan oleh pihak ketiga yang dipilih oleh
kedua belah pihak yang bertentangan.
4) mediasi
Mediasi menyerupai penengah. Pada mediasi
hadirnya pihak ketiga hanya sebagai penasihat
belaka. Tugas pihak ketiga adalah memberi nasihat
agar para pihak yang bertikai menemukan penyelesaian
untuk selanjutnya melakukan perdamaian.
5) konsiliasi
konsiliasi adalah suatu usaha mempertemukan
keinginan-keinginan dari pihak-pihak yang
berselisih demi tercapainya suatu tujuan bersama.
6) kesabaran
Kesabaran suatu bentuk akomodasi tanpa persetujuan
yang resmi. Pada usaha ini pihak yang berselisih
menyadari betapa berselisih itu tidak bermanfaat.
Secara perlahan-lahan perselisihan diharapkan
akan hilang atau setidaknya berkurang.
7) terperangkap (skakmat)
terperangkap hingga tak dapat
bergerak lagi adalah suatu bentuk
akomodasi di mana dua pihak yang
sedang berselisih yang mempunyai
kekuatan seimbang berhenti pada
suatu titik tertentu.
8) Keputusan pengadilan
Keputusan pengadilan adalah penyelesaian
perselisihan melalui jalan
pengadilan. Hal ini dilakukan karena
kedua belah pihak mengalami kesulitan
mencari jalan damai.

Asimilasi
Asimilasi adalah penyesuaian sifat-sifat asli yang
dimiliki dengan sifat-sifat sekitar. Dalam hal proses
sosial, asimilasi berkaitan dengan peleburan perbedaan
budaya.
Proses asimilasi bisa terjadi bila terdapat hal-hal berikut.
1) Perbedaan kebudayaan kelompok-kelompok
manusia.
2) Terjadi pergaulan secara langsung dan intensif.
3) Ada perubahan kebudayaan dari kelompokkelompok
manusia dan saling menyesuaikan diri.


Beberapa faktor yang mempermudah asimilasi
adalah toleransi, sikap menghargai orang asing,
sikap terbuka yang dimiliki para pemimpin, persamaan
unsur-unsur kebudayaan, dan kesempatan-kesempatan
yang seimbang di bidang ekonomi.

Proses disosiatif
Proses disosiatif adalah bentuk interaksi sosial yang dapat merenggangkan hubungan solidaritas antar individu.
Proses disosiatif meliputi persaingan, kontravensi, dan
konflik.

Persaingan (competition)
Persaingan adalah proses sosial dimana
individu atau kelompok manusia bersaing
mencari keuntungan melalui suatu bidang
kehidupan yang pada suatu masa tertentu
menjadi pusat perhatian umum, dengan
cara menarik perhatian publik atau mempertajam
prasangka yang ada, tanpa
menggunakan ancaman atau kekerasan.
Beberapa bentuk persaingan antara lain
persaingan ekonomi, persaingan kebudayaan,
persaingan kedudukan dan
peranan, serta persaingan ras.

Kontravensi (contravention)
Pada hakikatnya kontravensi merupakan suatu
bentuk proses sosial yang berada antara persaingan
dan pertentangan atau pertikaian.
adalah sikap mental yang tersembunyi terhadap
orang-orang lain atau unsur-unsur kebudayaan
golongan tertentu, yang dapat berubah menjadi
kebencian, tetapi tidak sampai pada pertentangan
atau pertikaian. Secara umum, bentuk kontravensi
meliputi penolakan, keengganan, perlawanan, perbuatan
menghalang-halangi, protes, dan mengecewakan
rencana pihak lain.

Pertentangan/pertikaian (conflict)
Interaksi sosial dalam bentuk pertentangan atau
pertikaian terjadi jika masing-masing pihak yang
sedang mengadakan interaksi, tidak menemukan
kesepahaman mengenai sesuatu, kemudian berlanjut
menjadi adu kekuatan, lalu timbul adanya pertentangan
atau pertikaian. Pertentangan atau pertikaian
tersebut dapat bersifat sementara atau terus-menerus.


LATIHAN
Kepribadian adalah…
Sosialisasi dilihat dari prosesnya ada 2, sebutkan dan jelaskan artinya !
sebutkan dan jelaskan secara singkat beberapa tahapan sosialisasi dalam pembentukan kepribadian seseorang ! buatlah contohnya !






Manusia sebagai Makhluk sosial dan Ekonomi yang
Bermoral

Manusia yang lahir ke bumi dibekali dengan kekuatan
jasmani dan rohani serta dilengkapi perasaan, akal, dan
naluri. Kedua komponen jasmani dan rohani ini memerlukan
kebutuhan yang harus dipenuhi. Komponen jasmani
memerlukan kebutuhan jasmani atau kebutuhan tubuh yang
berwujud, seperti makan, minum, pakaian, rumah, dan
sebagainya. Begitu pula komponen rohani memerlukan
kebutuhan berupa ketenangan, kesenangan, dan kenikmatan,
seperti pendidikan, agama, siraman rohani, dan rekreasi.
Keinginan berbedadengan kebutuhan.
Keinginan merupakan hasrat akan pemuas
kebutuhan yang spesifik, sedang kebutuhan merupakan
keinginan atas barang dan jasa yang dapat memberikan
kepuasan untuk kelangsungan hidup.
Hasrat manusia untuk memenuhi kebutuhan hidupnya
Disebut manusia sebagai makhluk ekonomi . Dengan hasrat
itu, manusia terus berusaha dengan berbagai cara dan upaya
agar terpenuhi kebutuhannya. Dalam memenuhi kebutuhan,
manusia tidak dapat melakukannya sendiri, namun memerlukan
bantuan orang lain. Hasrat manusia memerlukan
bantuan orang lain disebut manusia sebagai makhluk sosial .

Sifat manusia yang selalu ingin meningkatkan kehidupannya
merupakan kenyataan bahwa manusia itu sebagai
makhluk ekonomi (homo economicus). Homo manusia,
economicus yang hidup menurut kepentingan diri sendiri.
Manusia sebagai makhluk ekonomi (homo economicus) berarti
manusia dalam usahanya mencari dan memperoleh
kemakmuran selalu ingin melepaskan diri dari moral dan
bertindak sebagai makhluk ekonomi saja. Namun perlu
diperhatikan dan dihayati bahwa manusia tidak hidup
sendirian, melainkan masih ada manusia lain di sekelilingnya
yang sama-sama ingin memenuhi kebutuhannya.
Manusia meskipun tidak memiliki kesempurnaan
dalam segala tindakannya, namun sebagai makhluk ekonomi,
dalam bertindak ekonomi setidaknya memiliki empat aspek
berikut.
1. Rasionalitas (akal sehat)
Rasionalitas didefinisikan sebagai kemampuan untuk
berpikir baik dan berlatih mengambil keputusan yang
tepat. Manusia memiliki beberapa kendala, tetapi dengan
akal sehat yang dijalankan, akan dapat mengatasi kendala
tersebut. Dengan akal sehat dapat
membedakan kebutuhan apa yang harus didahulukan
dan apa yang dapat ditunda.
2. Kepentingan pribadi
Manusia sebagai homo economicus memiliki kepentingan
pribadi yang melekat kental pada dirinya masing-masing.
Kepentingan pribadi sebenarnya tidak menguasai secara
penuh diri manusia, tetapi masih ada kepentingan lain
yang bersifat sosial atau ingin membantu orang lain.
Manusia bersaing karena keterbatasan sumber daya
ekonomi. Jika sumber daya ekonomi banyak dan melimpah
maka tidak terjadi persaingan dan tidak ada yang
mendahulukan kepentingan pribadi.
3. Moral
Manusia dalam memenuhi kebutuhannya, harus mempertimbangkan
aspek-aspek moral. Aspek moral dan
akhlak sangat diperlukan saat manusia menjalankan
fungsinya sebagai makhluk sosial dan makhluk ekonomi.
Penggunaan moral dan akhlak akan dapat menghindarkan
terjadinya pemenuhan kebutuhan dengan
menghalalkan segala cara, merugikan orang lain, atau
dengan jalan yang tidak baik. Bersikap jujur dalam
kehidupan adalah kunci utamanya.

4. Informasi
Untuk dapat melakukan kegiatan ekonomi dengan baik,
dibutuhkan informasi yang benar dan lengkap agar
pilihan yang ditetapkan mempunyai nilai
guna yang besar sehingga manfaatnya
juga besar.
Semakin lengkap informasi, semakin besar kemungkinan
memilih yang terbaik.
Faktor-faktor yang mempengaruhi keinginan manusia
dalam memenuhi kebutuhan adalah sebagai berikut.

1. Tempat tinggal
Tempat tinggal manusia mempengaruhi keinginan
manusia dalam memenuhi kebutuhan. Manusia yang
bertempat tinggal di daerah tropis, dengan dua perubahan
musim (musim hujan dan musim kemarau), umumnya
membutuhkan makanan yang berkalori tinggi, pakaian
yang lebih tipis, dan perumahan yang berventilasi lebar.
Hal ini tentu saja berbeda dengan kebutuhan manusia
yang bertempat tinggal di daerah dengan empat
perubahan musim.

2. Pendidikan
Manusia yang berpendidikan tinggi, seperti sarjana,
berbeda keinginannya dalam memenuhi kebutuhan
dengan yang berpendidikan sekolah lanjutan pertama.
Semakin tinggi tingkat pendidikan, semakin besar dan
bervariasi keinginan dalam memenuhi kebutuhan.

3. Usia
Manusia yang berusia dewasa memiliki keinginan yang
berbeda dengan yang masih berusia remaja atau anak-anak.
Semakin tinggi usia seseorang maka semakin
bervariasi keinginannya dalam memenuhi kebutuhan.

4. Sumber daya alam dan sumber daya manusia yang tersedia
Manusia yang memiliki sumber daya alam yang banyak
atau melimpah, keinginan memenuhi kebutuhannya
lebih besar dibanding dengan yang kurang sumber daya
alamnya. Sumber daya manusia yang mampu, dalam arti
semakin tinggi tingkat ilmu pengetahuan dan teknologi
yang dimiliki, memiliki keinginan dan peluang untuk
memenuhi kebutuhannya lebih besar dibanding manusia
yang kurang mampu.

B. Perilaku Manusia dalam Bekerjasama untuk
Memenuhi Kebutuhan hidupnya
Telah dijelaskan sebelumnya bahwa manusia sebagai
makhluk ekonomi tidak bisa lepas dari peran manusia lain
dalam memenuhi kebutuhannya.
Manusia sebagai individu dalam kehidupan sehari-harinya selalu berinteraksi atau
berhubungan dengan individu yang lain. Hubungan tersebut
secara alami akan mendorong setiap individu untuk
melakukan kerjasama.
Beberapa bentuk kepedulian dari setiap diri manusia
mewujudkan keselarasan antara fungsi manusia sebagai
makhluk sosial dan makhluk ekonomi antara lain sebagai
berikut.
1. Saling menghormati hak dan kewajiban masing-masing
dalam melakukan kerjasama.
2. Saling berbagi ilmu dan pengetahuan untuk kemajuan
bersama.
3. Saling tolong-menolong dan bahu-membahu dalam
kegiatan sehari-hari.
4. Menjaga dan memupuk harga diri setiap pihak dalam
melakukan kerjasama.
5. Bahu-membahu untuk mencapai tujuan bersama tanpa
mengesampingkan norma-norma yang berlaku.


Perbedaan kemampuan setiap manusia menyebabkan
manusia dapat lepas dari manusia yang lain. Perbedaan
kemampuan setiap manusia ini, menyebabkan pula perbedaan
hubungan perilaku kerjasama. Hubungan perilaku kerjasama
biasanya didasarkan pada maksud dan tujuan yang diinginkan,
yaitu sebagai berikut.
1. Kerjasama yang saling menguntungkan
Manusia tidak memiliki kemampuan yang sama dalam
memenuhi kebutuhan hidupnya. Misalnya, tidak setiap
orang memiliki kemampuan untuk menjadi seorang koki
atau menjadi seorang pengusaha mebel.


2. Kerjasama untuk kepentingan bersama
Kerjasama untuk kepentingan bersama banyak
kita temui dalam kehidupan sehari-hari. Dalam
kehidupan sosial kemasyarakatan, misalnya
adanya gotong-royong kegiatan kebersihan
lingkungan atau kegiatan penghijauan.


Kerjasama yang saling menghormati
Pada awalnya, manusia berpikir dan berusaha bagaimana
cara memenuhi kebutuhannya sendiri. Namun,
setelah mereka menyadari bahwa kebutuhan tersebut
tidak hanya dibutuhkan sendiri, maka manusia juga
berusaha bagaimana ia dapat memenuhi kebutuhan orang
lain. Manusia dalam memenuhi kebutuuhan hidupnya
selalu dibatasi oleh norma-norma yang berlaku.


c. Perilaku manusia dalam pemanfaatan sumber daya ekonomi untuk memenuhi kebutuhan
Sumber daya ekonomi dapat dikelompokkan ke dalam
sumber daya alam, sumber daya manusia, sumber daya
modal, dan sumber daya keahlian (kewirausahaan). Sumber
daya ekonomi sangat terbatas jumlahnya bila dibandingkan
dengan jumlah yang dibutuhkan manusia. Kondisi seperti
ini menyebabkan terjadinya ketidakseimbangan. Ketidakseimbangan
inilah yang disebut kelangkaan (scarcity).
Sumber daya alam ada yang dapat diperbarui dan ada
yang tidak dapat diperbarui. Misalnya, minyak bumi merupakan
sumber daya alam yang tidak dapat diperbarui, maka
pemanfaatannya harus dihemat. Semua sumber daya alam
yang tidak dapat diperbarui harus digunakan seefisien dan
seefektif mungkin untuk menjaga ketersediaannya dalam
rangka memenuhi kebutuhan manusia. Sumber daya alam
saja yang banyak tanpa dikelola oleh sumber daya manusia
yang mampu, akan terpendam tanpa dapat dimanfaatkan
dengan baik.
Sumber daya manusia berperan menentukan kemajuan
ilmu pengetahuan dan teknologi serta besar kecilnya kebutuhan.
Semakin tinggi tingkat ilmu pengetahuan dan teknologi yang
dimiliki, semakin besar keinginan memenuhi kebutuhan dan
lebih berpeluang memperolehnya. Pemanfaatan sumber daya
manusia selayaknya dididik untuk lebih mengenal dan
memahami pengelolaan alam dan lingkungan.
Manusia dalam memenuhi kebutuhannya memerlukan
usaha dan hubungan dengan manusia lain. Usaha yang
dijalankan dapat menghasilkan kesuksesan atau kegagalan.
Masalah kesuksesan dan kegagalan merupakan persoalan
yang selalu harus diatasi untuk berusaha selanjutnya. Usaha
yang dilakukan individu, keluarga, atau masyarakat merupakan
kegiatan ekonomi yang mengandung makna menghasilkan
(memproduksi), memakai (mengkonsumsi), dan menyebarkan
(distribusi). Kegiatan ekonomi itu mempunyai beberapa
pilihan yang dapat dilakukan manusia (individu, keluarga,
dan masyarakat). Pada pilihan mengharuskan manusia
mengambil keputusan mana yang paling baik dan tepat
untuk memenuhi kebutuhannya.
Pemenuhan kebutuhan melalui pilihan dimulai dari
kebutuhan yang dirasakan kemudian yang
selanjutnya yang Manusia tidak
pernah merasa puas karena kebutuhannya tidak terbatas.
Hal ini disebabkan karena kebutuhan manusia selalu
bertambah dan ada yang dirasakan baru, adanya pertambahan
penduduk, adanya kemajuan teknologi, dan adanya
peningkatan kebudayaan dan taraf hidup yang semakin baik.
Sehingga dalam pemenuhan kebutuhan dengan sumber daya
yang terbatas, manusia sebagai makhluk ekonomi dan sosial,
didalam pemanfaatan sumber daya yang ada harus melakukan
penghematan (mengekang untuk melakukan pemborosan)
dan memperhatikan aturan, norma, hukum, agama, adat
istiadat, dan keberadaan sumber daya ekonomi tersebut.


SEMESTER 2
KERAGAMAN BENTUK MUKA BUMI

Keragaman Bentuk Muka Bumi
Muka bumi terdiri atas dua bagian, daratan dan lautan.
Daratan yang luas disebut benua dan lautan yang luas sering disebut samudera.
Dipermukaan bumi, ada bagian yang menonjol ke atas, ada pula bagian yang cekung ke
bawah. Bagian yang menonjol ke atas dapat berupa gunung, pegunungan, dataran
tinggi, bukit, dan seterusnya. Bagian yang cekung dapat berupa ngarai, lembah, danau,
sungai, rawa, dan sebagainya. Kenampakan tinggi rendahnya muka bumi tersebut
dinamakan relief muka bumi.
Di dasar laut pun terdapat bagian yang menonjol ke atas dan bagian yang cekung ke bawah yang dikenal dengan nama-nama seperti palung laut, lubuk laut, gunung bawah laut.

Proses Terbentuknya Muka Bumi
Keberagaman bentuk muka bumi disebabkan oleh kekuatan besar yang bekerja
pada bumi. Kekuatan itu disebut tenaga geologi. Tenaga geologi pada dasarnya dibedakan atas dua macam, yaitu tenaga endogen dan tenaga eksogen. Tenaga endogen ialah tenaga yang berasal dari dalam bumi. Tenaga endogen mempunyai sifat membangun. Tenaga eksogen ialah tenaga yang berasal dari luar permukaan bumi.
a. Proses Alam Endogen
Tenaga yang sangat besar dari dalam bumi dapat
berpengaruh dalam membentuk keragaman permukaan
bumi. Tenaga yang berasal dari dalam bumi itu disebut
tenaga endogen. Tenaga endogen ada yang mempunyai sifat
membangun dan ada yang mempunyai sifat merusak. Tetapi
secara umum tenaga endogen bersifat membangun. Tenaga
endogen merupakan kekuatan yang mendorong terjadinya
pergerakan kerak bumi. Pergerakan ini disebut diastropisme.
Adanya tenaga endogen dapat menyebabkan terjadinya
pergeseran kerak bumi. Pergeseran kerak bumi akan
menjadikan permukaan bumi berbentuk cembung, seperti
pegunungan atau gunung-gunung berapi, serta berbentuk
cekung, seperti laut dan danau.
Kerak bumi terdiri atas dua macam, yaitu kerak benua
dan kerak samudera. Kerak benua, antara lain kerak Benua
Eropa dan Asia atau biasa disebut Eurasia, kerak Benua
Afrika, kerak Benua Amerika Utara, dan kerak Benua Amerika
Selatan.
Kerak samudera, antara lain kerak Samudera Hindia,
kerak Samudera Pasifik, dan kerak Samudera Atlantik.
Kerak benua disebut juga lempeng benua, sedangkan
kerak samudera disebut juga lempeng samudera.


Keterangan:
Lapisan Inti : cairan kental bersuhu di atas 4.500° C dan bertekanan
tinggi, mengandung mineral cairan Besi dan Nikel
(disebut juga lapisan Nife).
Lapisan Astenosfer : merupakan lapisan kedua yang melapisi lapisan inti
dengan suhu antara 2.000-4.000° C dan tekanan terus
menurun, mengandung mineral Silicium dan
Magnesium (disebut juga lapisan Sima).
Lapisan Litosfer : merupakan lapisan lebih kental dengan suhu < 2.000° C dan tekanan terus turun. Lapisan ini disebut juga
lapisan mantel bumi.
Kerak Bumi : padat dan keras, menempel pada mantel bumi,
mengandung mineral Silicium dan Aluminium (disebut
juga lapisan Sial).

Karena tumbukan lempeng samudera dan lempeng benua, salah satu lempeng akan
menujam ke bawah. Padahal, makin ke dalam suhu makin panas. Akibatnya, bagian
kulit bumi yang padat dan dingin yang menujam ke bawah akan meleleh dan berubah
menjadi magma serta mengeluarkan energi. Karena tumbukan terjadi terus-menerus,
akan terkumpul tumpukan magma dan tumpukan energi. Penumpukan ini akan
menyebabkan terjadinya hal-hal berikut.
(1) Tekanan ke atas dari magma, gerak lempeng, dan energi yang terkumpul akan
mampu menekan lapisan kulit bumi sehingga terjadi perubahan letak atau
pergeseran kulit bumi. Akibatnya, kulit bumi bisa melengkung (disebut lipatan)
atau patah (disebut patahan). Gejala ini disebut tektonisme.
(2) Magma akan menerobos lempeng benua di atasnya melalui celah atau retakan
atau patahan dan terbentuklah gunung api. Gejala ini disebut vulkanisme.
(3) Bila tumpukan energi di daerah penujaman demikian besar, energi tersebut akan
mampu menggoyang atau menggetarkan lempeng benua dan lempeng
samudera di sekitarnya. Goyangan atau getaran ini disebut gempa bumi. Gejala
ini disebut seisme.

Tektonisme
keragaman muka bumi dipengaruhi oleh adanya gerakan-gerakan
di kerak bumi, baik gerakan mendatar maupun gerakan tegak. Gerakan-gerakan
tersebut mengakibatkan terjadinya perubahan bentuk yang menghasilkan pola
baru yang disebut struktur diastropik. Bentuk baru yang termasuk dalam struktur
diastropik adalah pelengkungan, pelipatan, patahan, dan retakan.
Pelengkungan : lapisan kulit bumi yang semula mendatar jika mendapat tekanan
vertikal akan membentuk struktur melengkung. Lengkungan
tersebut dapat mengarah ke atas yang disebut kubah (dome) dan
dapat mengarah ke bawah yang disebut basin.
Lipatan : lapisan kulit bumi yang mendapat tekanan arah mendatar akan
membentuk lipatan. Punggung lipatan disebut antiklinal. Lembah
lipatan disebut sinklinal.
Patahan : terjadi karena adanya tekanan atau gerakan tektonik secara horizontal
maupun vertikal pada kulit bumi yang rapuh. Daerah patahan merupakan
daerah yang rawan gempa karena rapuh. Patahan sering disebut juga sesar.
Retakan : terjadi karena gaya regangan yang menyebabkan batuan menjadi retak-retak.

Vulkanisme
Vulkanisme merupakan proses keluarnya magma ke permukaan bumi. Keluarnya
magma ke permukaan bumi umumnya melalui retakan batuan, patahan, dan pipa
kepundan pada gunung api. Jika magma yang berusaha keluar tidak mencapai
permukaan bumi, proses ini disebut intrusi magma. Jika magma sampai di permukaan
bumi, proses ini disebut ekstrusi magma. Magma yang sudah keluar ke permukaan
bumi disebut lava.

Proses vulkanisme menghasilkan berbagai bentuk muka bumi antara lain:
(1) kawah, lubang berbentuk mangkuk di puncak gunung api
(2) kaldera, hasil letusan gunung api yang berbentuk seperti kawah tetapi berukuran
jauh lebih besar. Karena besar, pada sebuah kaldera dapat terbentuk danau, emisi
gas, mata air panas, dan gunung api corong kecil
(3) berbagai bentuk gunung api.
Intrusi magma menghasilkan bentukan-bentukan berikut.
(1) Retas (sill), magma yang membeku di antara dua lapisan batuan yang ada di
dalam bumi berupa batuan beku.
(2) Lakolit, bentuk cembung ke atas tetapi datar di bawah akibat magma yang menekan
ke atas di antara dua lapisan batuan sedimen.
(3) Gang atau korok, bentukan tipis dan panjang memotong lapisan litosfer secara
vertikal atau miring yang berasal dari magma yang membeku ketika berusaha
menerobos batuan sedimen.
(4) Batholit, magma yang membeku jauh di dalam bumi.



Jenis-jenis erupsi magma
Berdasarkan lubang tempat erupsi, ada dua jenis erupsi magma.
(1) Jika tempat keluarnya magma di permukaan bumi mengikuti patahan atau retakan
yang memanjang, erupsi itu disebut erupsi linear.
(2) Jika tempat keluarnya magma di permukaan bumi memusat pada sebuah titik,
erupsi itu disebut erupsi sentral.
Berdasarkan proses keluarnya magma, ada tiga jenis erupsi magma.
(1) Erupsi eksplosif, letusan sangat kuat akibat tekanan gas magma dan
menyemburkan bahan-bahan vulkanik yang padat dan cair
(2) Erupsi efusif, letusan gunung api, mengeluarkan lava
(3) Erupsi campuran, letusan yang terjadi selang-seling antara eksplosif dan efusif.

Jenis-jenis gunung api
Menurut bentuknya, ada beberapa jenis gunung api.
(1) Gunung api perisai, bentuknya seperti perisai, lerengnya sangat landai, terbentuk
karena erupsi efusif magma cair dan encer yang mengalir dan membeku secara
lambat yang bentuknya seperti perisai
(2) Gunung api maar, bentuknya seperti trapesium, terbentuk karena erupsi eksplosif
yang tidak terlalu kuat dengan letusan hanya sekali sehingga terbentuklah lubang
besar (kawah/maar)
(3) Gunung api strato, bentuknya seperti kerucut dan berlapis, terbentuk karena erupsi
efusif dan eksplosif dengan beberapa kali letusan yang kuat.




Penyebaran Pegunungan dan Gunung Api
Secara garis besar, terdapat dua rangkaian pegunungan.
(1) Sirkum Mediteran, berawal dari Pegunungan Atlas, Yura, Alpen (Eropa), Kaukasus,
Himalaya (Asia), tenggelam dan muncul sebagai pulau-pulau di Kep. Andaman,
tenggelam dan muncul sebagai Pegunungan Bukit Barisan, pegunungan di Pulau
Jawa, Bali, NTB, NTT, dan berakhir di Kep. Maluku.
(2) Sirkum Pasifik, rangkaian pegunungan yang berawal dari Pegunungan Cordileras
De Los Andes (Amerika Selatan), Rocky, Sierra Madre (Amerika Utara), tenggelam
dan muncul sebagai pegunungan di Kep. Jepang, tenggelam dan muncul sebagai
pegunungan di Kep. Filipina, tenggelam dan muncul sebagai pegunungan di Pulau
Sulawesi, dan berakhir di Kep. Maluku.

3) Seisme
Bila tumpukan energi di daerah penujaman demikian besar, energi tersebut
akan mampu menggoyang atau menggetarkan lempeng benua dan lempeng
samudera di sekitarnya. Gayangan atau getaran ini disebut gempa bumi. Gejala ini
disebut seisme. Besar kecilnya kerusakan di muka bumi disebabkan
oleh besar kecilnya gempa tersebut.
a) Klasifikasi Gempa
Gempa dapat digolongkan menjadi beberapa kategori.
Menurut proses terjadinya, gempa bumi diklasifikasikan menjadi seperti berikut.
(1) Gempa tektonik: terjadi akibat tumbukan lempeng-lempeng di litosfer kulit bumi
oleh tenaga tektonik. Tumbukan ini akan menghasilkan getaran. Getaran ini
yang merambat sampai ke permukaan bumi.
(2) Gempa vulkanik: terjadi akibat aktivitas gunung api. Oleh karena itu, gempa
ini hanya dapat dirasakan di sekitar gunung api menjelang letusan, pada saat
letusan, dan beberapa saat setelah letusan.
(3) Gempa runtuhan atau longsoran: terjadi akibat daerah kosong di bawah lahan
mengalami runtuh. Getaran yang dihasilkan akibat runtuhnya lahan hanya
dirasakan di sekitar daerah yang runtuh.

Menurut bentuk episentrumnya, ada dua jenis gempa.
(1) Gempa sentral: episentrumnya berbentuk titik.
(2) Gempa linear: episentrumnya berbentuk garis.
Menurut kedalaman hiposentrumnya, ada tiga jenis gempa.
(1) Gempa bumi dalam: kedalaman hiposenter lebih dari 300 km di bawah
permukaan bumi.
(2) Gempa bumi menengah: kedalaman hiposenter berada antara 60-300 km di
bawah permukaan bumi.
(3) Gempa bumi dangkal: kedalaman hiposenter kurang dari 60 km.

Berdasarkan kedalamannya, gempa bumi manakah yang berpotensi
membahayakan kehidupan di muka bumi? Mengapa?
Menurut jaraknya, ada tiga jenis gempa.
(1) Gempa sangat jauh: jarak episentrum lebih dari 10.000 km.
(2) Gempa jauh: jarak episentrum sekitar 10.000 km.
(3) Gempa lokal: jarak episentrum kurang 10.000 km.
Menurut lokasinya, ada dua jenis gempa.
(1) Gempa daratan: episentrumnya di daratan.
(2) Gempa lautan: episentrumnya di dasar laut. Gempa jenis inilah yang
menimbulkan tsunami.

b) Pengukuran Gempa Bumi
Getaran gempa dari hiposentrum merambat dan menyebar ke segala arah. Getaran
itu berupa gelombang primer dan gelombang sekunder. Dari episentrum, juga terjadi
rambatan getaran di permukaan bumi dalam bentuk gelombang panjang. Jadi,
gelombang gempa dapat dibedakan atas:
(1) gelombang primer (P): merupakan gelombang longitudinal yang merambat di
permukaan bumi dengan kecepatan 4-7 km per detik
(2) gelombang sekunder (S): berupa gelombang transversal yang merambat di
permukaan bumi dengan kecepatan 2-6 km per detik
(3) gelombang panjang (L): merupakan gelombang permukaan dengan kecepatan
lebih lambat



c) Kekuatan Gempa
Kekuatan gempa (magnitude) diukur berdasarkan tingkat kerusakan yang
dihasilkan. Ada beberapa skala yang digunakan untuk mengukur kekuatan gempa,
antara lain Skala Omari, Skala Richter, Skala Cancani, dan Skala Mercalli.


b. Proses Alam Eksogen
Tenaga eksogen ialah tenaga yang berasal dari luar bumi yang berpengaruh
terhadap permukaan bumi. Proses perubahan muka bumi dapat berlangsung secara mekanis, biologis, maupun secara kimiawi.
1) Pelapukan
Proses hancurnya batuan dari yang besar menjadi batuan yang kecil. Terjadinya pelapukan disebabkan faktor batuan, iklim, topografi, vegetasi.
Menurut proses terjadinya, pelapukan dibedakan atas pelapukan mekanik,
pelapukan kimiawi, dan pelapukan biologis.
a) Pelapukan Mekanik
Ketika terkena sinar matahari, volume batuan mengembang. Ketika terkena air
hujan atau penurunan suhu di malam hari, volume batuan mengecil. Jika hal ini
berlangsung terus-menerus, batuan akan retak-retak dan lepas selapis demi selapis.
Akhirnya, batuan tersebut menjadi hancur. Peristiwa hancur dan terlepasnya material
dari batuan induk tanpa mengalami perubahan unsur kimia yang dikandungnya disebut pelapukan mekanik (fisik).

b) Pelapukan Kimiawi
Pada pelapukan ini, peristiwa hancur dan terlepasnya material dari batuan induk
disertai perubahan unsur kimia. Pelapukan ini sering terjadi di daerah tropik dengan batuan kapur. Contoh pelapukan kimiawi ialah stalaktit dan stalagmit.

c) Pelapukan Biologi atau Pelapukan Organik
Pernahkah melihat tembok atau batu yang lembab ditumbuhi lumut, atau
berlubangnya batuan oleh semut? Nah, itu salah satu bentuk pelapukan organik.
Pada pelapukan ini, peristiwa hancur dan terlepasnya material dari batuan induk
disebabkan oleh kegiatan makhluk hidup: vegetasi, hewan, dan manusia. Pelapukan
biologi biasanya diikuti oleh pelapukan kimiawi.

2) Erosi
Batuan yang telah lapuk secara berangsur-angsur akan dikikis dan dipindahkan
ke tempat lain oleh tenaga eksogen. Proses pengikisan dan pengangkutan material
hasil lapukan itulah yang disebut erosi.
Berdasarkan bentuknya, erosi terbagi seperti berikut.
(1) erosi percik: terlepas dan terlemparnya partikel tanah akibat pukulan butir hujan
secara langsung
(2) erosi permukaan
(3) erosi alur: terjadi karena adanya aliran permukaan yang terkumpul atau terpusat
dan membentuk alur-alur
(4) erosi parit: terjadi karena adanya aliran permukaan yang terpusat, runtuhnya
saluran-saluran air di bawah permukaan tanah, atau karena adanya tanah
longsor yang bentuknya memanjang.
(5) erosi tebing

0 komentar:

Poskan Komentar